DOA SHOLAT DHUHA

Allohumma innad dhuha’a dhuha uka,
wal baha’a baha uka, wal jamala jamaluka,
wal quwwata quwwatuka, wal qudhrota qudhrotuka,
wal ismata ismatuka
Allohumma in kana rizqi fii sama’i fa’anzilhu,
wain’kana fil ardhi fa akhrijhu,
wa’inkana mu’ syaron fa yasyirhu,
wa’in kana haroman fathohirhu,
wa’inkana ba’idan faqorib’hu,
bihaqi dhuha’ika, wabaha’ika, wa’jamalika, wa quwwatika, wa qudhrotika,
aatini ma’ataiyta ibadakas sholihin

Artinya

Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,
dan keagungan itu adalah keagunganMU,
dan keindahan itu adalah keindahanMU,
dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,
dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,
Ya Allah, jika rizkiku masih ! di atas langit, maka turunkanlah,
jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah,
jika masih sukar, maka mudahkanlah,
jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,
jika masih jauh, maka dekatkanlah,
Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada
hamba-hambaMU yang sholeh.
Amiin Ya Robbal Alamiin.

Februari 23, 2009 at 1:53 am Tinggalkan komentar

Surat Yang Harus di Baca pada Sholat sunat Dhuha

Adh Dhuhaa (93)

وَالضُّحَى
Waaldduha

Demi waktu matahari sepenggalahan naik,
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى
Waallayli itha saja

dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى
Ma waddaAAaka rabbuka wama qala

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى
Walalakhiratu khayrun laka mina aloola

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
Walasawfa yuAAteeka rabbuka fatarda

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى
Alam yajidka yateeman faawa

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu ?

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى
Wawajadaka dallan fahada

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1584], lalu Dia memberikan petunjuk.

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى
Wawajadaka AAailan faaghna

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Faamma alyateema fala taqhar

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

Waamma alssaila fala tanhar

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Waamma biniAAmati rabbika fahaddith

Dan terhadap ni’mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.

Asy-Syams (91)

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
Waalshshamsi waduhaha

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا
Waalqamari itha talaha

dan bulan apabila mengiringinya,

وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا
Waalnnahari itha jallaha

dan siang apabila menampakkannya,

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا
Waallayli itha yaghshaha

dan malam apabila menutupinya[1580],

َالسَّمَاء وَمَا بَنَاهَا
Waalssamai wama banaha

dan langit serta pembinaannya,

وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا
Waalardi wama tahaha

dan bumi serta penghamparannya,

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
Wanafsin wama sawwaha

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Faalhamaha fujooraha wataqwaha
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
Qad aflaha man zakkaha

sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
Waqad khaba man dassaha

dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا

Kaththabat thamoodu bitaghwaha

(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,

إِذِ انبَعَثَ أَشْقَاهَا
Ithi inbaAAatha ashqaha

ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا
Faqala lahum rasoolu Allahi naqata Allahi wasuqyaha

lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”.

كَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم ِذَنبِهِمْ فَسَوَّاهَا
Fakaththaboohu faAAaqarooha fadamdama AAalayhim rabbuhum bithanbihim fasawwaha
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا
Wala yakhafu AAuqbaha

dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Februari 23, 2009 at 1:50 am Tinggalkan komentar

Sholat Duha Adalah Pembuka Rezeki

Sholat duha merupakan sholat sunat yang dilakukan di pagi hari seteleh matahari terbit sampai batas waktu sebelum datangya waktu sholat dhuhur.
Keutamaan Sholat Duha adalah untuk meminta rizki yang seluas-luasnya kepada Alloh SWT, bahkan merupakan solusi bagi umat muslim dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya. Kita disarankan untuk melaksanakan sholat duha secara istikamah dan tidak dilaksanakan hanya sewaktu-waktu. Dengan demikian rezeki yang melimpah dari Alloh SWT tidak akan pernah putus.
Melalui sholat duha umat islam dapat mengandalkan sepenuhnya kepada Alloh SWT untuk apa pun “Bukannya pamrih dalam beribadah, tapi ini mengenai keyakinan kita kepada Alloh SWT sebagai pemberi rezeki”. Rosululloh pun pernah bersabda “Sholat duha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran”.
Selain dilakukan setiap hari disarankan untuk melaksanakan sholat duha empat rakaat atau enam rakaat, Rosululloh pernah bersabda “Sholatlah wahai hambaku di pagi hari sebanyak empat rakaat, niscaya apapun hajat kalian di siang hari akan dipenuhi.
Sementara sholat duha sebanyak enam rakaat lebih utama lagi apabila dilakukan, Rosululloh pernah bersabda “Siapa yang sholat duha enam rakaat, Alloh akan cukupkan hajatnya penuh”.
Diceritakan pengalaman seseorang dililit hutang sebesar 51 juta rupaiah, ditambah lagi belum membayar biaya sekolah anaknya. Kepadanya disarankan untuk melaksanakan sholat duha enam rakaat setiap pagi. Hasilnya, dalam waktu beberapa hari saja Alloh memberikan rezeki tak terduga dari perusahaan di mana ia bekerja, dan tak lama berselang dirinya terbebas dari hutang.
Memina kepada Alloh itu harus, tidak ada yang melarang umat islam meminta kepadanya. Bahkan Alloh SWT berfirman “Berdo’alah kamu kepada Alloh niscaya Aku kabulkan”. Bahkan dikatakan orang yang tidak pernah meminta dan berdoa kepada Alloh, adalah termasuk orang-orang yang sombong.
sumber : tausiah KH Yusuf Mansur.

Masuk Kategori: Fiqh, Ensiklopedia Islam, Sholat
Salah satu sholat sunnah yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sholat sunnah Dhuha. Bahkan beliau menjadikan sholat dhuha ini sebagai salah satu wasiat beliau, sebagaimana hadits berikut:
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).
Aku sendiri melakukan sholat dhuha, salah satunya untuk meluruskan niatku kuliah&bekerja, yakni menjadikan kuliah&kerja sebagai ibadah. Karena seringkali orang bekerja dg tujuan hanya mencari uang (duniawi) semata, sehingga melupakan aspek ibadah (akhirat).
Sementara itu, manfaat sholat dhuha sendiri, dari beberapa ustad, antara lain:
1. Agar dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki.
2. Ungkapan terimakasih kita kepada ALLOH SWT, atas nikmat sehat tubuh kita.
3. Pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti.
4. Mendapat ganjaran surga, sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).
Waktu sholat dhuha sendiri, berdasarkan contoh Rasululloh SAW, berkisar sekitar pukul 7 pagi – 10 pagi. Dengan demikian, bisa dikatakan, sholat dhuha = sholat untuk ‘memulai’ aktivitas (sebelum berangkat bekerja).
Sementara jumlah raka’atnya, minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at. Sholat dhuha bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor, atau segera setelah tiba di kantor. Anda bisa pilih, mana kondisi yang cocok untuk anda.
Sedangkan untuk surat yg dibaca, aku senantiasa membaca Adh Dhuha(93) di raka’at pertama dan Al Ikhlas(112) di raka’at kedua, dengan alasan sebagai berikut:
1. Adh Dhuha = sesuai dengan sholat sunnah yg aku lakukan. Di samping itu, isi dari surat 93 ini ALLOH SWT akan memberi kecukupan kepada hamba2-Nya. Selain itu, surat ini juga mengingatakan kita agar tidak sewenang-wenang terhadap anak yatim, juga tidak menghardik orang yang meminta-minta (pengemis) kepada kita.Justru pada surat ini, ALLOH SWT menyuruh kita agar berbagi rejeki yg telah diberikan-Nya, kepada orang lain yang membutuhkan.
2. Al Ikhlas = untuk memperkuat iman (tauhid), bahwa hanya ALLOH SWT yg berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan membaca Al Ikhlas, aku berharap agar jika maut menjemputku, maka iman tidak lepas dari qalbuku..Jadi, jangan tunggu lagi…segera dirikan sholat dhuha!

Februari 23, 2009 at 1:43 am 1 komentar


Kategori

  • Blogroll

  • Feeds